230 Sapi di Lamongan Terjangkit PMK, Disnakeswan Masifkan Vaksinasi hingga ke Pelosok Desa
Lamongan, (afederasi.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan terus bergerak cepat mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah ini dilakukan melalui kombinasi pemantauan pasar hewan secara ketat dan percepatan vaksinasi di zona-zona hijau. Senin, (9/2/2026).
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru hingga 6 Februari 2026, tercatat ada 230 ekor sapi pada populasi baru yang terdampak. Dari jumlah tersebut, dinamika kesehatan ternak terus dipantau secara intensif oleh tim medis lapangan.
"Kami terus melakukan upaya maksimal. Berdasarkan data per 6 Februari, dari 230 sapi di populasi baru, terdapat 67 ekor yang sudah sembuh dan 96 ekor dalam kondisi sehat. Namun, masih ada 51 ekor yang sakit dan 5 sapi dilaporkan mati," ujar Shofiyah Nurhayati kepada afederasi.com, Senin (9/2/2026) siang.
Shofiah merinci, Lamongan telah menerima dukungan sebanyak 14.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membentengi ternak dari penularan virus. Hingga periode 8 Februari 2026, total sebanyak 10.230 dosis telah disuntikkan kepada ternak milik warga.
"Vaksinasi tetap dilaksanakan sejak November 2025. Pada Desember 2025 terdistribusi 276 dosis, dan terjadi akselerasi signifikan pada periode Januari hingga 8 Februari 2026 yang mencapai 9.954 dosis," imbuhnya.
Selain vaksinasi, pemeriksaan fisik rutin dilakukan di titik vital perdagangan. "Pemantauan di Pasar Hewan Tikung dan Babat sudah dilaksanakan dengan hasil baik, semua ternak dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terjangkit," tegas Shofiah.
Vaksinasi di lapangan pun terus berlanjut. Pada Senin (9/2/2026) hari ini, tim Disnakeswan menyisir Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren, untuk melakukan vaksinasi jemput bola.
Dalam giat tersebut, petugas berhasil menyuntikkan vaksin kepada 48 ekor sapi dan 208 ekor kambing. Upaya ini diharapkan mampu memperluas cakupan perlindungan ternak di wilayah kecamatan.
Dengan langkah preventif yang masif, Disnakeswan optimis tren kesembuhan akan terus meningkat dan angka kematian dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga stabilitas ekonomi peternak di Lamongan tetap terjaga. (yan)
What's Your Reaction?



