Wamen Pertanian Hadiri Apel Sholawat Tani, Serukan Soliditas Petani Jember Bangun Ketahanan Pangan

11 Jul 2025 - 22:59
Wamen Pertanian Hadiri Apel Sholawat Tani, Serukan Soliditas Petani Jember Bangun Ketahanan Pangan
Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono menghadiri kegiatan Apel Kebangsaan Sholawat Tani, dilapangan Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. (Agung/afederasi.com)

Jember, (afederasi.com) – Sorak takbir dan gema sholawat menggema dari Lapangan Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jumat pagi (11/7/2025). Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Wamen Pertanian Sudaryono hadir bersama Bupati Jember Muhammad Fawait dalam kegiatan Apel Kebangsaan Sholawat Tani yang dihadiri ribuan petani dan warga.

Kehadiran Wamen Pertanian dalam agenda tersebut menandai penutupan rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Jember, setelah meninjau langsung aktivitas pertanian dan berdialog dengan kelompok tani. Dalam kesempatan itu, Sudaryono mengapresiasi kekompakan petani Jember dan menyebut Jember sebagai episentrum lumbung pangan yang memiliki potensi besar untuk swasembada nasional.

Di hadapan massa yang memadati lapangan, Bupati Jember menyampaikan sejumlah capaian yang menurutnya tak lepas dari kolaborasi erat dengan pemerintah pusat, termasuk Wamen Pertanian. Ia menegaskan perubahan signifikan seperti kelancaran distribusi pupuk, kenaikan harga gabah, serta dimulainya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jember sebagai bukti bahwa program Presiden Prabowo benar-benar menyentuh akar rumput.

Bupati Fawait menyatakan bahwa semangat kemandirian petani tidak boleh berhenti di ladang, melainkan juga ditopang oleh sinergi antarinstansi. Dalam konteks itu, Wamen Pertanian menjadi aktor penting yang menjembatani kebijakan nasional dengan kebutuhan daerah. Fawait menegaskan bahwa program seperti Sekolah Rakyat, makan bergizi, hingga tunjangan tokoh agama akan terus diperluas.

Dukungan terhadap program nasional, menurut Wamen Pertanian, tak hanya berbentuk fisik atau sarana, tapi juga soal membangun rasa percaya diri petani. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Jember untuk tidak hanya jadi penerima manfaat, melainkan pelaku utama dalam reformasi sektor pertanian yang lebih berdaya saing.

Bupati Fawait menutup orasinya dengan menyerukan tekad kolektif untuk menyongsong Jember Baru dan Indonesia Emas 2045. Ajakan itu, kata dia, akan kuat jika didukung oleh semua unsur termasuk petani, birokrat, pemuka agama, dan tentu saja, dorongan kuat dari Wamen Pertanian sebagai mitra daerah yang memahami denyut nadi pertanian di lapangan. (gung)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow