Tekan Penyebaran PMK, Dinas Peternakan Jombang Vaksinasi Sapi 1.543 Dosis

27 Jan 2026 - 09:15
Tekan Penyebaran PMK, Dinas Peternakan Jombang Vaksinasi Sapi 1.543 Dosis
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang saat melakukan vaksinasi ternak sapi di Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Rabu (14/01/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang terus intensifkan vaksinasi massal guna mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul di wilayahnya. Hingga 26 Januari 2026, sebanyak 1.543 dosis vaksin PMK telah dilakukan oleh petugas di lapangan pada ternak sapi.

Kepala Disnak Kabupaten Jombang, Drs. Moch Saleh, M.Si, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, menegaskan pihaknya tetap mengupayakan langkah strategis melalui vaksinasi untuk memutus rantai penularan.

 Vaksinasi serentak telah diluncurkan di Kecamatan Wonosalam menggunakan stok vaksin bantuan APBN 2025 untuk KUD dan Stok sisa di setiap Puskeswan.

“Hari ini kami fokuskan vaksinasi di Kecamatan Wonosalam. Sekitar 1.543 dosis telah diberikan kepada sapi perah dan sapi potong milik masyarakat dengan target selesai di bulan ini. Sasaran utama adalah seluruh ternak sapi milik masyarakat, terutama di Kecamatan Wonosalam,” jelas Azis Daryanto di Jombang, Selasa (27/1/2026).

Selain vaksinasi, Disnak Jombang secara rutin melakukan penyemprotan desinfektan di sentra-sentra perdagangan ternak. Lokasi yang menjadi prioritas meliputi Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung. Aktivitas ini dilakukan setiap minggu sekali.

Ada faktor penyebab munculnya Kembali PMK di Jombang dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur.

Azis memaparkan beberapa faktor pemicu munculnya kembali kasus PMK. Faktor utama adalah cuaca ekstrem di musim penghujan yang menciptakan lingkungan lembab, ideal bagi perkembangan virus.

“Saat ini sedang puncak musim hujan. Kondisi lembab memungkinkan virus PMK berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Faktor pendukung lainnya adalah masih adanya populasi ternak rentan, terutama pedet (anak sapi) yang belum divaksin, serta lalu lintas ternak dari luar daerah dengan status dan riwayat vaksinasi yang tidak jelas.

Disnak Jombang mengimbau seluruh peternak untuk:

1. Segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan jika ada ternak dengan gejala PMK seperti lepuh di mulut, lidah, kuku, dan air liur berlebihan.

2.Mengisolasi ternak sakit dari ternak sehat.

3. Berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi baik lewat anggaran pemerintah maupun secara mandiri.

4.Menerapkan biosekuriti ketat di kandang, termasuk menjaga kebersihan dan membatasi lalu lintas orang serta hewan.

Dengan respons cepat dan kolaborasi erat antara pemerintah dan peternak, diharapkan wabah PMK di Jombang dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke daerah lain.(san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow