Sepuluh Meteran PDAM di Lamongan DIgasak Maling
Lamongan, (afederasi.com) – Aksi pencurian meteran air PDAM meresahkan warga Kabupaten Lamongan. Terbaru, pelaku menyasar pemukiman di Dusun Semlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, pada Senin (19/1/2026) dini hari.
Menanggapi hal tersebut, Pj Dirut PDAM Lamongan, Syahril Muhammad Majidi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangkaian aksi pencurian yang terjadi di beberapa titik.
Menurut Syahril, berdasarkan laporan yang masuk, tercatat ada sepuluh sambungan rumah yang kehilangan meteran air dalam waktu yang hampir bersamaan. Lokasi pencurian tersebar di dua wilayah utama, yakni kawasan Lamongan Kota dan Kecamatan Sukodadi.
"Ya, itu memang sudah kita identifikasi dan memang terjadi pencurian. Ada 10 meteran air yang ada di lokasi, di Lamongan kota dan daerah Sukodadi. Dan ini kita sudah identifikasi dan tindaklanjuti," ujar Syahril saat ditemui, Senin (19/1/2026) siang.
Pihak PDAM Lamongan memperkirakan total kerugian materiil akibat hilangnya alat pengukur debit air tersebut mencapai angka Rp5 juta. Syahril merinci bahwa nilai satu unit meteran air berkisar di angka Rp500 ribu.
"Kerugian totalnya kira-kira kalau 10 titik itu adalah sekitar 5 juta ya. Jadi per titik itu 500 ribu rupiah," imbuhnya.
Guna memberikan efek jera dan mengungkap motif di balik pencurian massal ini, PDAM Lamongan berencana membawa kasus ini ke ranah hukum. Syahril menegaskan bahwa laporan resmi akan segera dilayangkan ke pihak kepolisian.
"Nanti kita akan laporkan ke Polres Lamongan. Kalau kita lihat penyebabnya (motif pelaku), kita belum tahu karena nanti tentu oleh bapak-bapak di Polres yang akan dilakukan penyelidikan," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Dusun Semlawang, Desa Surabayan, sempat dihebohkan dengan hilangnya meteran air milik warga bernama Masyhudi. Warga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku karena aksi ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu distribusi air bersih ke rumah-rumah warga. (yan)
What's Your Reaction?



