Pelita Global Mandiri Bekasi Wujudkan Harmony in Diversity
Bekasi, (afederasi.com) – Sekolah Pelita Global Mandiri di Bekasi membuktikan komitmen nyata terhadap inklusivitas dan toleransi dengan menyediakan fasilitas rumah ibadah bagi lima agama resmi di Indonesia: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Langkah strategis ini menjadi bukti konkret penerapan nilai Harmony in Diversity (Harmoni dalam Keberagaman) di lingkungan pendidikan.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Gondang Nomor 14, Mustika Jaya, Kota Bekasi ini menjadikan keberagaman sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Fokus pendidikan tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai toleransi sejak usia dini.
Kehadiran kelima rumah ibadah tersebut bukan sekadar simbol, melainkan fasilitas aktif yang mendukung kegiatan spiritual harian siswa. Fasilitas ini memungkinkan setiap siswa untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, sekaligus belajar mengenal dan menghormati praktik agama lain.
Kepala Akademik Pelita Global Mandiri, Eti Triyana, menegaskan bahwa keragaman adalah nilai hidup yang dirawat di sekolah. “Siswa dari berbagai latar belakang disambut dan didukung melalui kegiatan yang mempromosikan pemahaman, rasa hormat, dan persatuan,” ujarnya.
Eti menambahkan, implementasi nilai-nilai itu dilakukan melalui perayaan hari besar agama, kegiatan kemanusiaan, dan tentu saja, fasilitas ibadah. “Tujuannya adalah melahirkan generasi yang tidak hanya mengenal budaya dan agamanya, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai baik dalam kehidupan nyata,” jelasnya.
Komitmen sekolah mendapat apresiasi positif dari orang tua siswa. Kadek Nera Riadi, orang tua siswa kelas G1 A, menilai penguatan nilai toleransi lintas agama merupakan bagian penting dari pendidikan karakter anak.
“Dengan adanya pengajaran dan fasilitas untuk agama yang berbeda di sekolah, siswa justru belajar tentang toleransi, memahami keyakinan masing-masing, dan yang terpenting, saling menghormati,” ungkap Kadek.
Ia mengakui bahwa implementasinya penuh tantangan, terutama dalam mengubah pola pikir, namun ia melihat upaya serius dari Pelita Global Mandiri untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat yang damai ini.
Di tengah masih maraknya tantangan intoleransi di ruang publik, kehadiran Pelita Global Mandiri dengan pendekatan inklusi dan harmoni ini menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan generasi penerus bangsa.
Sekolah ini secara aktif menghidupkan nilai Bhinneka Tunggal Ika, tidak hanya sebagai slogan, tetapi sebagai praktik keseharian. Dengan dukungan fasilitas inklusif dan budaya sekolah yang menjunjung tinggi keberagaman, Pelita Global Mandiri membuktikan bahwa pendidikan toleransi dan karakter dapat berjalan seiring dengan keunggulan akademik.
Langkah progresif ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga pendidikan lain di Indonesia untuk lebih berani menciptakan ekosistem belajar yang merangkul semua perbedaan, mempersiapkan siswa bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi juga menjadi manusia yang beradab dan mencintai perdamaian. (san)
What's Your Reaction?



