Kasus Pengeroyokan Brutal di Warung Sidayu, Terduga Pelaku Belum Ada Titik Terang
Gresik, (afederasi.com) – Kasus pengeroyokan brutal terhadap seorang pemuda berinisial RF (27) asal Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, hingga kini belum menemui titik terang. Meski sudah dilaporkan secara resmi ke polisi, para terduga pelaku yang diduga berjumlah lima orang masih bebas berkeliaran.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sebuah warung di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, pada Minggu (11/01/2026) sekitar pukul 00.10 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh hingga gigi copot.
Korban yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sidayu pada Senin (14/01/2026). Hingga sepekan berlalu, proses penyelidikan disebut masih berada pada tahap pemeriksaan saksi.
Kapolsek Sidayu, Iptu Suharto, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa korban serta sejumlah saksi.
“Masih riksa saksi,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Moch. Firman Adi Prasetyo, mendesak kepolisian agar lebih serius menangani kasus tersebut. Menurutnya, lambannya penanganan membuat para pelaku seolah tidak tersentuh hukum.
“Sudah sepekan berlalu, tapi belum ada satu pun pelaku yang ditangkap. Padahal korban mengalami luka serius. Kami minta polisi bertindak tegas,” kata Firman.
Firman mengungkapkan, saat pemeriksaan, korban telah menyampaikan ciri-ciri para pelaku. Bahkan, sejumlah saksi yang diperiksa mengaku mengenali sebagian dari pelaku pengeroyokan.
“Petunjuk awal sudah jelas. Dari keterangan korban dan saksi, identitas sebagian pelaku sebenarnya sudah dikantongi,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula saat RF bersama rekannya, Feri, mendatangi sebuah warung tuak pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX. Keduanya duduk dan memesan minuman tuak.
Tak lama berselang, datang sekelompok pemuda yang duduk di belakang korban dan memesan minuman anggur dicampur tuak. Dalam kondisi mabuk, salah satu dari mereka sempat memanggil penjaga warung namun tidak direspons.
Saat korban secara tidak sengaja menoleh ke belakang, kelompok pemuda yang berjumlah sekitar lima orang itu tiba-tiba menyerang secara brutal dan membabi buta.
Para pelaku memukuli korban menggunakan tangan kosong hingga korban terkapar. Beruntung, rekan korban berusaha melerai dengan berteriak meminta bantuan warga, sehingga para pelaku akhirnya kabur meninggalkan lokasi.
Hingga kini, korban masih menunggu kejelasan dan keadilan atas peristiwa yang menimpanya, sementara pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan tersebut.(frd)
What's Your Reaction?



