Operasional Tiga SPPG Makan Bergizi Gratis di Boyolangu Dihentikan

26 Jan 2026 - 19:30
Operasional Tiga SPPG Makan Bergizi Gratis di Boyolangu Dihentikan
Sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan tengah mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Beji (dok afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Tulungagung mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Boyolangu. Kebijakan ini menyusul adanya laporan beruntun mengenai sejumlah pelajar yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi paket makanan dari program tersebut.

Ketua Satgas MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro, menyatakan bahwa penghentian sementara ini merupakan bentuk mitigasi sekaligus ruang evaluasi menyeluruh guna mencegah jatuhnya korban tambahan.

"Ada tiga SPPG di Boyolangu yang kami tutup sementara, yakni SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan (Moyoketen 2), SPPG Pondok Pesantren MIA (Moyoketen 1), dan SPPG Karangrejo (Serut)," ujar Bagus pada Senin (26/1/2026).

Selain faktor dugaan keracunan, Bagus mengungkapkan fakta bahwa ketiga SPPG tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia pun menginstruksikan seluruh pengelola SPPG di Tulungagung untuk lebih transparan dan kooperatif jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan pada siswa.

"Keterbukaan pihak SPPG sangat krusial. Jika ada laporan dugaan keracunan, segera informasikan kepada Satgas agar sampel makanan bisa langsung diamankan untuk uji laboratorium," tegasnya.

Menurutnya, kecepatan dalam mengamankan sampel akan menentukan akurasi penelusuran medis. Hal ini penting untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut murni bersumber dari makanan MBG atau dipicu faktor eksternal lainnya.

Lebih lanjut, Satgas MBG mendesak para pengelola untuk disiplin dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pengecekan bahan baku hingga teknis penyajian. Bagus memperingatkan bahwa insiden serupa jika dibiarkan berlarut akan mencederai reputasi program nasional ini.

"Ini adalah kerja kolektif. Jangan sampai insiden ini mencederai program MBG. Jika kepercayaan publik runtuh, maka siswa, guru, hingga wali murid akan merasa dihantui ketakutan untuk mengonsumsi makanan yang kami sediakan," tambahnya.

Sebelumnya, gelombang keluhan kesehatan dilaporkan melanda siswa di beberapa sekolah, di antaranya SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung dan MAN 2 Tulungagung

Para siswa dilaporkan mengalami gejala klinis berupa mual, muntah, hingga diare, yang memaksa sejumlah pelajar dilarikan ke puskesmas terdekat. Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung bersama Tim Inafis Polres Tulungagung tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow