Manfaatkan Karung, Pemuda di Lamongan Bangun Jalan Setapak di Lokasi Banjir

24 Jan 2026 - 12:44
Manfaatkan Karung, Pemuda di Lamongan Bangun Jalan Setapak di Lokasi Banjir
Jalan Setapak dengan Karung Dibangun GP Ansor Kalitengah Lamongan untuk Akses Jalan Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Aksi kemanusiaan dilakukan oleh puluhan pemuda yang tergabung dalam Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Mereka bergotong royong membangun jalan setapak darurat di atas jalur yang terendam banjir parah, Jumat (23/1/2026) pagi.

Langkah ini diambil untuk membantu para pengguna sepeda motor agar tetap bisa melintas tanpa risiko mesin mogok. Pasalnya, ketinggian air di ruas jalan kabupaten tersebut telah mencapai 80 sentimeter, yang sangat berisiko bagi kendaraan roda dua.

Dengan peralatan seadanya, para pemuda ini mengisi karung dengan batu, kemudian menyusunnya sedemikian rupa di tengah genangan air. Susunan karung berisi batu ini membentuk jalur sempit namun kokoh yang bisa dilalui ban sepeda motor.

Salah satu titik terparah berada di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah. Jalan penghubung lintas kecamatan ini diketahui sudah terendam banjir selama hampir dua bulan dan hingga kini debit air belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Ketua PAC GP Ansor Kalitengah, Moh. Iqbal Nuruddin, menjelaskan bahwa aksi ini murni didasari rasa keprihatinan melihat kondisi warga yang setiap hari harus bertaruh dengan genangan air tinggi demi menjalankan aktivitas.

"Aksi kemanusiaan ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas banyaknya kendaraan roda dua yang terjebak mogok saat menerjang genangan air. Kami berharap jalur darurat ini memudahkan mobilitas warga selama banjir berlangsung," ujar Iqbal.

Pembangunan jalan setapak darurat ini pun menuai apresiasi dari masyarakat setempat. Meski jalur tersebut sempit dan mengharuskan pengendara melintas secara bergantian, warga merasa jauh lebih aman.

Zainal, salah seorang pengendara motor yang melintas, mengaku sangat terbantu. Sebelumnya, ia sering khawatir motornya akan mati total jika memaksakan diri melewati jalan yang dalam.

"Sangat terbantu untuk aktivitas sehari-hari. Walaupun harus antre bergantian dengan pengguna jalan lain, yang penting mesin motor tidak mati karena airnya memang sangat dalam," kata Zainal.

Hingga saat ini, banjir luapan Bengawan Jero mengakibatkan sebanyak 4.839 rumah terendam dan berdampak pada 19.473 jiwa. Selain sektor pemukiman, banjir juga merendam lahan sawah atau tambak seluas 7.155 hektar serta berdampak pada 94 lembaga pendidikan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow