Lumpuh Akibat Banjir Bengawan Jero Lamongan, Perahu Jadi Penyelamat Mobilitas Warga

25 Jan 2026 - 08:09
Lumpuh Akibat Banjir Bengawan Jero Lamongan, Perahu Jadi Penyelamat Mobilitas Warga
Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero Lamongan Memarkir Perahu Mereka Didepan Rumah (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero yang merendam lima kecamatan di Kabupaten Lamongan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi jalan desa yang berubah menjadi aliran air memaksa warga memutar otak agar tetap bisa beraktivitas. Alhasil, perahu tradisional kini menjadi alat transportasi utama bagi warga yang terkepung banjir.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan tak biasa di permukiman warga. Jika biasanya teras rumah dihiasi kendaraan bermotor, kini pemandangan berganti dengan deretan perahu kecil atau sampan yang bersandar rapi di depan pintu masuk rumah.

Kepala Desa Laladan, Kecamatan Deket, Achwan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh warganya kini sangat bergantung pada perahu. Di desanya, perahu bukan lagi sekadar alat mencari ikan, melainkan urat nadi transportasi harian.

"Hampir semua warga Desa Laladan ini punya perahu. Perahu inilah yang mengantarkan mereka belanja kebutuhan pokok atau sekadar keluar desa," ujar Achwan saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026) pagi.

Achwan menambahkan, warga memilih memarkirkan sepeda motor mereka di desa tetangga yang lebih tinggi dan tidak terdampak banjir. Dari rumah menuju tempat penitipan motor itulah, warga harus mendayung melintasi jalanan desa yang terendam air setinggi 40 cm.

Meski genangan air menyentuh lima dusun di desanya, Achwan menegaskan bahwa semangat warga untuk beraktivitas tidak luntur. Banjir memang mengganggu, namun keberadaan perahu meminimalisir kelumpuhan ekonomi warga setempat.

"Kalau untuk urusan di sekitar sini, warga andalkan perahu. Begitu sampai di titik yang kering, baru mereka oper ke sepeda motor untuk menuju antar desa," pungkasnya.

Hingga saat ini, banjir luapan Bengawan Jero mengakibatkan sebanyak 4.839 rumah terendam dan berdampak pada 20.035 jiwa di lima kecamatan. Selain sektor pemukiman, banjir juga merendam lahan sawah atau tambak seluas 7.155 hektar serta berdampak pada 94 lembaga pendidikan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow