Bukan di Korea, Ternyata Ribuan Produk Kecantikan Hits Ini Diproduksi di Tulungagung

25 Jan 2026 - 06:17
Bukan di Korea, Ternyata Ribuan Produk Kecantikan Hits Ini Diproduksi di Tulungagung
Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya (kiri) bersama dengan CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia Setri, ketika menerima kunjungan Junior Chamber International (JCI) East Java (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Siapa sangka, di balik tenang dan asrinya suasana Desa Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, berdiri sebuah raksasa manufaktur kecantikan yang kiprahnya telah melanglang buana. Adalah PT Mash Moshem Indonesia, perusahaan jasa maklon kosmetik yang kini menjadi tulang punggung bagi ribuan merek kecantikan, baik lokal maupun mancanegara.

Terletak di Jalan Raya Blitar Nomor 14, perusahaan yang eksis sejak 2011 ini telah menorehkan prestasi fantastis dengan menangani lebih dari 1.700 brand dan memproduksi sekitar 7.000 varian produk (SKU). Meski bermarkas di daerah, standar kualitas yang diusung tak main-main.

"Kami memang berada di lokal Tulungagung, tetapi standar kami internasional," tegas CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia Setri, saat menerima kunjungan rombongan Junior Chamber International (JCI) East Java, Sabtu (24/1/2026).

Filia mengungkapkan bahwa keputusannya membangun pabrik di tanah kelahiran bukan tanpa alasan. Tulungagung dinilai memiliki ekosistem yang sangat mendukung pertumbuhan industri maklon. Dengan UMK di angka Rp2,7 juta, perusahaan mampu menekan Harga Pokok Produksi (HPP) tanpa mengurangi kualitas.

"Dengan efisiensi mesin, SDM kompeten, dan biaya operasional yang terukur, kami bisa memberikan harga yang sangat kompetitif bagi klien. Inilah yang membuat produk kami tetap unggul, bahkan saat bersaing di pasar luar negeri," tambahnya.

Optimisme Filia juga didasarkan pada tren industri kecantikan yang terus menanjak dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, pasar skincare, hair care, hingga makeup di Indonesia masih memiliki ruang tumbuh yang sangat luas.

Salah satu keunggulan PT Mash Moshem adalah keberpihakannya pada pelaku UMKM. Jika biasanya pabrik besar mensyaratkan pesanan dalam jumlah masif, Mash Moshem menawarkan Minimum Order Quantity (MOQ) yang sangat terjangkau, yakni mulai dari 100 buah.

Hanya dengan investasi mulai dari Rp10 juta, seorang pengusaha sudah bisa memiliki produk kecantikan siap edar. Keuntungan lainnya tentunya klien tidak perlu pusing memikirkan desain kemasan hingga kerumitan perizinan BPOM dan legalitas lainnya, karena semuanya dikelola oleh tim profesional Mash Moshem.

Kualitas pabrik ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Pelaksana BP Rebana yang juga tokoh nasional, Helmy Yahya. Dalam kunjungannya, sosok yang dijuluki "Raja Kuis" ini memuji standar higienitas dan kecanggihan fasilitas produksi di Rejotangan.

"Pabriknya sangat bagus, higienis, dan keren. Ini adalah model bisnis yang harus terus berkembang. Banyak brand besar sebenarnya tidak punya pabrik sendiri, mereka fokus pada branding dan distribusi, sementara produksi diserahkan kepada pakarnya seperti Mash Moshem," ujar Helmy.

Helmy juga memberikan pesan menohok bagi para pemilik brand lokal yang masih gemar melakukan maklon ke luar negeri, seperti China atau Korea Selatan. Menurutnya, risiko maklon luar negeri sangat tinggi, mulai dari kendala bahasa, perbedaan hukum saat komplain, hingga risiko penipuan (spam).

"Kalau ada maklon lokal sekeren ini, kenapa harus ke luar negeri? Di sini lebih mudah, komunikasi lancar, dan secara tidak langsung kita membantu penyerapan tenaga kerja lokal. Bantu bangsamu juga, di sini lebih enak," pungkas Helmy.

Saat ini, PT Mash Moshem Indonesia telah menyerap 150 tenaga kerja di pabrik Tulungagung, dengan total keseluruhan mencapai 300 karyawan termasuk di kantor operasional Surabaya dan Jakarta.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow