Diduga Terlibat Tawuran, 19 Pelajar SMP di Karanggeneng Lamongan Diamankan
Lamongan, (afederasi.com) – Langkah preventif cepat diambil jajaran Polsek Karanggeneng, Polres Lamongan, untuk meredam potensi konflik antar pelajar. Sebanyak 19 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diamankan petugas setelah diduga terlibat aksi pengeroyokan dan rencana tawuran di Jalan Raya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Selasa (03/02/2026) sore.
Insiden yang sempat meresahkan warga sekitar tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi yang menerima laporan adanya gesekan antar dua kelompok sekolah berbeda tersebut langsung meluncur ke lokasi untuk membubarkan massa.
Kapolsek Karanggeneng, IPTU Sofian Ali, memimpin langsung operasi pembubaran tersebut. Menurutnya, tindakan tegas ini diambil untuk memastikan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah hukum Karanggeneng tetap kondusif.
“Begitu ada informasi dari masyarakat mengenai dugaan penganiayaan dan pengeroyokan antar pelajar, kami langsung bergerak ke TKP. Fokus utama kami adalah mencegah kekerasan meluas dan memastikan tidak ada korban jiwa,” ujar IPTU Sofian Ali.
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil menjaring 19 pelajar yang diduga kuat terlibat dalam perselisihan tersebut. Guna penanganan yang tepat sesuai prosedur hukum bagi anak di bawah umur, seluruh pelajar tersebut kemudian dilimpahkan ke Mapolres Lamongan.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, mengonfirmasi bahwa saat ini ke-19 pelajar tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lamongan.
“Penanganan perkara sepenuhnya ditangani oleh Unit PPA dengan mengedepankan pendekatan perlindungan anak. Kami masih mendalami motif serta latar belakang yang memicu perselisihan kedua kelompok pelajar ini,” ungkap IPDA Hamzaid, Rabu (4/2/2026) pagi.
Himbauan bagi Orang Tua dan Sekolah
Menanggapi maraknya fenomena kenakalan remaja, pihak kepolisian meminta sinergi dari seluruh lapisan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di luar jam sekolah. Lingkungan yang aman hanya bisa tercipta jika kita semua peduli terhadap pergaulan mereka,” tegasnya. (yan)
What's Your Reaction?



