Terjangan Puting Beliung di Lamongan Robohkan Warung hingga Rusak Gudang Dedak
Lamongan, (afederasi.com) – Fenomena cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Selasa (20/1/2026) siang. Terjangan angin puting beliung memporak-porandakan sejumlah bangunan di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, hingga menyebabkan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan rekaman video amatir milik warga, pusaran angin kencang terlihat berputar di area permukiman dan sempat melintasi area SPBU setempat. Material atap bangunan tampak terbang terbawa pusaran angin yang berlangsung cukup mencekam.
Salah satu korban terdampak, Abdullah, yang merupakan pemilik warung, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sangat cepat sekitar pukul 13.00 WIB. Hanya dalam hitungan menit, bangunan warung miliknya rata dengan tanah.
"Anginnya tiba-tiba datang, sangat cepat sekali. Kejadiannya sekitar jam satu siang tadi. Angin mutar-mutar sekitar lima menit langsung merobohkan warung saya sampai rata dengan tanah. Rugi 25 juta saya" ujar Abdullah saat ditemui di lokasi kejadian.
Kerusakan serupa juga dialami oleh Umiyah, pemilik gudang dedak di desa setempat. Bagian atap gudangnya terbang tersapu angin hingga membuat isi gudang terpapar air hujan.
"Atap gudang saya habis terbang terbawa angin. Saat itu kejadiannya begitu cepat, kami semua panik menyelamatkan diri. Kalau dihitung-hitung, kerugian untuk perbaikan atap ini saja cukup besar," kata Umiyah.
Selain merusak warung dan gudang, terjangan angin tersebut juga berdampak pada fasilitas publik seperti SPBU dan beberapa rumah warga lainnya. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, total kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang masih mengintai wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga pastikan stok dan distribusi BBM aman pasca angin puting beliung hebat yang terjadi tiba-tiba pada siang hari di Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi, Lamongan (20/1/2026), tepatnya terjadi disekitar SPBU 55.622.34. Aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan menjadi pondasi utama menjadi garda terdepan. Sesaat kejadian, operasional SPBU langsung dihentikan sementara waktu.
Angin puting beliung yang terjadi tiba-tiba ini telah memporak-porandakan sejumlah bangunan di Desa Sukolilo hingga menyebabkan kerugian material yang mencapai puluhan juta rupiah. SPBU Desa Sukolilo sendiri mengalami kerusakan pada bagian totem. Selain SPBU 55.622.34, terdapat lembaga penyalur lainnya disekitar lokasi kejadian, yakni SPPBE, agen, dan pangkalan LPG yang syukurnya tidak terdampak dan masih dalam kondisi baik.
Area Manager Comminication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, tidak terdapat korban luka ataupun korban jiwa atas kejadian tersebut dan saat ini operasional SPBU Sukolilo telah berjalan normal serta pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. "Atas kerusakan yang terjadi pada totem SPBU, saat ini sedang dilakukan proses perbaikan. Sebagai antisipasi dan mitigasi pasca kejadian, Pertamina laksanakan monitoring kondisi operasional untuk emastikan aspek safety dan layanan penyaluran BBM tetap aman," tutup Ahad. (yan/red)
What's Your Reaction?



