Sokong Program Makan Bergizi Gratis, Bulog Tulungagung Pasok Beras Premium ke SPPG

26 Jan 2026 - 22:00
Sokong Program Makan Bergizi Gratis, Bulog Tulungagung Pasok Beras Premium ke SPPG
Pemimpin Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan ketika dikonfirmasi awak media (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Perum Bulog Cabang Tulungagung resmi memulai langkah strategis dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerjanya. Melalui penyaluran beras kualitas premium ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bulog memastikan rantai pasok pangan untuk pemenuhan gizi pelajar berjalan tanpa hambatan.

Pemimpin Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengungkapkan bahwa distribusi komoditas pangan untuk program nasional ini sebenarnya telah mulai bergulir sejak pertengahan Januari 2026.

"Penyaluran beras untuk mendukung program MBG sudah berjalan. Saat ini fokus layanan kami berada di titik-titik SPPG yang berbasis di lingkungan pondok pesantren," ujar Yonas, Senin (26/1/2026).

Meski volume penyaluran saat ini masih bersifat rintisan, yakni berkisar antara 300 hingga 500 kilogram per SPPG setiap minggunya, cakupan wilayah layanan Bulog Tulungagung tergolong luas. Tercatat, sebanyak sembilan SPPG di wilayah Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek telah resmi disuplai oleh Bulog.

Menariknya, Bulog mematok harga beras premium yang sangat kompetitif bagi pengelola SPPG. Produk tersebut dibanderol seharga Rp14.400 per kilogram, berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencapai Rp14.900 per kilogram.

"Kami juga membuka kesempatan bagi SPPG lain untuk mengajukan permintaan secara mandiri. Tidak hanya beras, kami siap melayani kebutuhan komoditas lain seperti minyak goreng melalui mekanisme pesanan langsung," imbuhnya.

Menanggapi potensi lonjakan permintaan saat seluruh SPPG beroperasi penuh, Yonas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan sistem kuota. Bulog berkomitmen melayani berapapun volume yang dibutuhkan oleh mitra SPPG.

Peningkatan serapan ini pun dinilai akan berdampak positif pada sektor hulu. "Semakin tinggi serapan untuk MBG, otomatis penyerapan gabah dari petani lokal juga akan semakin meningkat," jelas Yonas.

Terkait ketahanan pangan lokal, masyarakat tidak perlu merasa waswas. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Tulungagung mencapai 38.000 ton, angka yang diklaim mengalami surplus dan mampu mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.

Yonas memberikan catatan khusus terkait manajemen stok beras premium. Berbeda dengan stok beras medium yang selalu tersedia dalam jumlah besar di gudang, beras premium disiapkan secara khusus mendekati waktu pengiriman.

"Untuk menjaga kualitas, beras premium kami siapkan H-3 sebelum pengiriman. Produk premium sangat mengandalkan aspek kesegaran; penyimpanan yang terlalu lama di gudang justru berisiko menurunkan standar kualitasnya," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow