Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dinkes Lakukan Penyelidikan

22 Jan 2026 - 15:37
Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dinkes Lakukan Penyelidikan
Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung mengalami gejala mual muntah diduga usai mengkonsumsi menu MBG kini menjalani perawatan di UGD Puskesmas Beji (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Sembilan siswa SMK Sore Tulungagung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Beji setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (22/1/2026). Para siswa mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga pandangan berkunang-kunang.

Dari sembilan siswa tersebut, empat di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif berupa infus karena kondisinya cukup parah. Seluruh siswa yang terdampak diketahui berasal dari kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Salah satu siswa, David Surya (16), menuturkan bahwa pada hari kejadian jadwal pembagian MBG mengalami pengunduran waktu. Semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB, menu baru dibagikan sekitar pukul 10.00 WIB.

“Lauknya fillet ikan patin yang dibuat katsu. Tapi teksturnya terasa aneh, dagingnya embek seperti kurang matang,” ungkap David.

Meski demikian, David dan teman-temannya menghabiskan seluruh porsi makanan tersebut. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 11.00 WIB, ia mulai merasakan mual. Awalnya, David masih bertahan di sekolah dan beristirahat di UKS. Namun, kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Sekitar pukul 13.30 WIB, David bersama tujuh temannya dibawa ke UGD Puskesmas Beji. Sementara satu siswa lainnya menyusul mendapatkan perawatan medis pada pukul 15.00 WIB.

“Semua dari satu kelas yang sama, kelas X jurusan TSM,” tegas David.

Ia juga mengaku sempat mengonsumsi ayam geprek dari kantin sekolah sebelum menyantap MBG. Namun, beberapa temannya yang tidak membeli makanan dari kantin turut mengalami gejala serupa.

“Hanya makanan MBG itu yang kami konsumsi bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Sore Tulungagung, Ahmad Yuwanto, membenarkan bahwa jadwal MBG pada hari tersebut diundur lantaran aktivitas pembelajaran berlangsung hingga siang hari. Pengiriman MBG dilakukan dalam tiga kloter sekitar pukul 10.00 WIB dan seluruhnya habis dikonsumsi siswa.

“Karena jadwalnya siang, memang ada siswa yang sempat membeli makanan lain terlebih dahulu, seperti ayam geprek atau membawa bekal dari rumah. Dari segi rasa, saat dicicipi tidak ada yang aneh,” kata Yuwanto.

Yuwanto juga menyebut dirinya menjadi guru tester untuk menu MBG di sekolah tersebut. Menurutnya, menu yang disajikan terasa enak, meski ia tidak mengetahui secara pasti nama hidangan yang diberikan. Menu MBG di SMK Sore Tulungagung disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.627 siswa.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih melakukan observasi dan pendalaman dengan memeriksa kondisi siswa, pihak sekolah, serta penyedia MBG. Dinkes belum dapat memastikan penyebab pasti gejala keracunan tersebut, apakah berasal dari menu MBG atau dari makanan lain yang dikonsumsi sebelumnya.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow