Lepas 90 PNS Purna Tugas, Bupati Arifin: Pengabdian Tak Berhenti Meski Tanpa Seragam

21 Jan 2026 - 18:25
Lepas 90 PNS Purna Tugas, Bupati Arifin: Pengabdian Tak Berhenti Meski Tanpa Seragam
Bupati Trenggalek, M Nur Arifin saat menyerahkan SK Pensiun (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Suasana khidmat menyelimuti Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (21/1/2026). Sebanyak 90 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun yang diserahkan langsung oleh Bupati Mochamad Nur Arifin.

Para abdi negara yang memasuki masa purna tugas ini terbagi dalam tiga periode Terhitung Mulai Tanggal (TMT), yakni 1 Februari, 1 Maret, dan 1 April 2026.

Dalam laporannya, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini merinci profil para pensiunan yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Bumi Menak Sopal.

Pada periode 1 Februari 2026, tercatat 38 orang purna tugas dengan masa kerja terlama diraih oleh Supriono, guru SMPN 3 Karangan, yang telah mengabdi selama 39 tahun 8 bulan. Sementara itu, periode 1 Maret 2026 melepas 25 orang, dengan masa kerja terlama dipegang oleh Suparni, guru TK Dharmawanita Sumbergayam, selama 39 tahun 1 bulan.

Sedangkan untuk periode 1 April 2026, terdapat 27 orang yang mengakhiri masa dinasnya, dipimpin oleh Sri Utami dari SDN 2 Kerjo dengan masa pengabdian terpanjang di kelompoknya.

Momentum ini juga menjadi saksi purnanya tugas sejumlah pejabat strategis (Eselon II) di lingkup Pemkab Trenggalek. Nama-nama besar yang menerima SK pensiun secara simbolis antara lain:

1. Agus Setiyono: Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

2. Totok Rudijanto: Staf Ahli Bupati sekaligus Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA.

3. Nurudin Boedy: Sekretaris BKPSDM Trenggalek.

4. Darmujiadi: Camat Panggul.

Bupati Arifin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa henti yang diberikan para PNS tersebut. Baginya, pensiun hanyalah perpindahan status administratif, namun jiwa pengabdian tidak boleh padam.

"Terima kasih atas sumbangsih, tetesan keringat, dan dedikasi luar biasa untuk Kabupaten Trenggalek selama puluhan tahun. Kami berharap pengabdian ini terus berlanjut di tengah masyarakat. Banyak hal besar yang tetap bisa dilakukan meskipun bapak dan ibu tidak lagi mengenakan seragam aparatur pemerintah," tutur Mas Ipin penuh haru.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan jabat tangan hangat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para pejuang birokrasi yang telah menuntaskan tugasnya dengan garis finish yang husnul khatimah. (pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow