Tanam Pohon Kopi dan Lepas Burung, DPC PDI Perjuangan Tulungagung Rayakan HUT ke-56 dengan Aksi Lingkungan
Tulungagung, (afederasi.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 PDI Perjuangan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman pohon dan pelepasan burung di Desa Kates, Kecamatan Kauman, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Tulungagung, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung, pengurus PAC Kauman, pengurus ranting Desa Kates, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Kauman, serta masyarakat setempat.
Aksi tanam pohon dan pelepasan burung ini tak hanya menjadi rangkaian peringatan HUT ke-56 PDI Perjuangan, tetapi juga menjadi kado ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Kegiatan tersebut merefleksikan komitmen partai dalam menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan hidup.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan bahwa kegiatan diawali dengan penanaman pohon kopi. Menurutnya, tanaman kopi dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Pohon kopi tidak hanya menghasilkan oksigen dan menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Erma.
Ia menegaskan, penanaman pohon merupakan bentuk kesadaran kolektif untuk merawat alam di tengah maraknya alih fungsi lahan dan penebangan pohon. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
“Ketika banyak pohon ditebang, maka sudah seharusnya kita menanam lebih banyak. Ini adalah upaya nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol pengembalian satwa ke habitat alaminya. Erma menuturkan, keberadaan fauna memiliki peran penting dalam menjaga harmoni alam sekaligus memberikan energi positif bagi kehidupan manusia.
“Pelepasan burung ini memiliki makna filosofis bahwa hewan harus hidup bebas di alamnya. Jika ekosistem terjaga, maka manusia pun akan merasakan manfaatnya,” ungkap Erma.
Lebih lanjut, Erma menegaskan bahwa komitmen merawat pertiwi merupakan bagian dari sikap ideologis dan garis politik PDI Perjuangan sebagaimana direkomendasikan dalam Rakernas PDI Perjuangan 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi krisis ekologis yang berpotensi mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa.
“Ekosistem sangat menentukan keberlangsungan hidup manusia. Karena itu, alam wajib dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPC PDI Perjuangan Tulungagung bersama seluruh kader dan simpatisan berkomitmen menjadikan kelestarian lingkungan dan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama, terutama di tengah ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim.
Komitmen tersebut, lanjut Erma, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan Trisakti Bung Karno. Pembangunan yang merusak lingkungan, merampas ruang hidup rakyat, serta mengorbankan generasi mendatang dinilai bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan dan amanat konstitusi.
Ke depan, Erma berharap struktur PAC dan ranting se-Kecamatan Kauman dapat bersinergi dengan LMDH dalam menjaga kelestarian hutan di Desa Kates, sekaligus mengembangkan potensi kopi sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Menjaga ekosistem berarti menjaga kehidupan itu sendiri,” pungkasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



