Vaksinasi HPV Sasar Kelas 5 SD, Ini Alasannya

Vaksinasi HPV Sasar Kelas 5 SD, Ini Alasannya
Nampak kumpulan siswi kelas 5 SD saat hendak pulang sekolah (erin/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Ribuan siswi kelas 5 SD di Tulungagung bakal menjadi sasaran vaksinasi human papilloma virus (HPV). Pasalnya, vaksin HPV ini penting dilakukan agar bisa mencegah para remaja perempuan dari kasus kanker serviks.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, MMRS melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Didik Eka Sunarya Putra mengatakan sasaran utama vaksin HPV ini ialah siswi kelas 5 SD. Sebab, mayoritas siswi kelas 5 belum mengalami menstruasi. Sehingga pemberian vaksin HPV ini bisa lebih efektif. 

Selain itu siswi kelas 5 SD juga belum melakukan hubungan seksual secara aktif. 

"Vaksin HPV ini efektif diberikan kepada perempuan yang belum pernah melakukan seks aktif," jelasnya. 

Berdasarkan data, sebanyak 6.971 siswi SD kelas 5 bakal disuntik vaksin tersebut di bulan ini dan bakal diberikan secara gratis. 

"Vaksinasi ini cukup mahal jika dikenai biaya per orangnya membayar sebesar Rp1,1 juta, namun ini kami berikan secara gratis," ujar Didik.

Pihaknya berharap ada dukungan dari pihak sekolah, agar pemberian vaksinasi HPV ini bisa segera dilakukan.

Didik memaparkan berdasarkan data sepanjang 2022 hingga Agustus lalu telah ditemukan sebanyak 58 kasus baru kanker serviks. Jika diakumulasi dengan temuan kasus di tahun lalu ada 133 kasus kanker serviks. 

"Sepanjang 2021 ada 75 kasus, dan ada temuan baru sebanyak 58 kasus hingga Agustus 2022 lalu," ungkapnya.

Lebih lanjut Didik menjelaskan bahwa ratusan kasus kanker serviks tersebut mayoritas telah menyerang perempuan di usia subur, antara usia 20 hingga 44 tahun.

"Kalau melihat data beberapa ada yang di usia 69 tahun juga," tambahnya. 

Tingginya kasus kanker serviks ini menjadikan pihak Dinkes setempat semakin menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan (promkes) nya. 

Edukasi yang dilakukan seperti sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, bagaimana cara menjaga kebersihan alat kelamin, cara menggunakan pembalut dan celana dalam dengan benar, dan cara pembersihan organ intim dengan baik. 

"Edukasi semacam itu akan kami gencarkan ke para remaja putri kita. Agar bisa menekan kasus kanker serviks ini," tandasnya. (er/dn)