Suluh Peradaban

Suluh Peradaban
Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I

Oleh: Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I

 

Budaya membaca merupakan basis bagi majunya masyarakat. Membaca memperluas cakrawala. Juga membuat sudut pandang lebih terbuka dan antisipatif dalam menghadapi perubahan.

 

Pentingnya membaca sebenarnya sudah menjadi pengetahuan bersama. Namun hanya sedikit yang mau melakukan, apalagi membudayakan.

 

Realitas semacam ini sesungguhnya cukup memprihatinkan. Budaya membaca semestinya menjadi perhatian semua pihak. Semakin banyak warga masyarakat yang rajin membaca maka semakin besar potensi untuk maju.

 

Tantangan menumbuhkan minat baca semakin hari semakin berat. Salah satu penyebabnya adalah era digital yang menawarkan banyak pilihan kepada pembaca. Pelan tapi pasti buku, majalah, dan koran cetak ditinggalkan masyarakat.

 

Tutup Permanen

 

Semakin menurunnya minat masyarakat terhadap buku cetak ditandai--antara lain--dengan tutupnya dua toko buku besar di Tulungagung. Bulan Juni lalu Toko Buku Toga Mas Tulungagung tutup.

 

Awal September satu toko buku lagi menyusul yaitu Toko Buku Salemba. Kini tinggal kios-kios buku kecil di beberapa sudut kota ini yang tampaknya juga tinggal menunggu waktu untuk semakin ditinggalkan pembaca. 

 

Perubahan telah berlangsung sedemikian cepat. Ia tidak bisa dihindari. Pergeseran dunia cetak ke dunia digital telah makan banyak korban.

 

Toko buku di berbagai kota besar yang selama ini memiliki banyak perguruan tinggi besar juga bernasib sama. Satu demi satu toko bukunya gulung tikar.

 

*Ketua LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung