Polsek Bantar Gebang Bongkar Kasus Curanmor CBR, Modusnya Sangat Rapi

Polsek Bantar Gebang Bongkar Kasus Curanmor CBR, Modusnya Sangat Rapi
Polisi menunjukan barang bukti pencurian motor CBR di Polsek Bantar Gebang.

Bekasi, (afederasi.com) - Polsek Bantar Gebang berhasil mengungkap kasus pencurian spesialis kendaraan motor (curanmor) merk CBR. Sebanyak 5 pelaku berhasil diamankan.

"Lima pelaku adalah AS, T, J, H dan AF,"tegas Kapolsek Bantargebang Kompol Samsono, Konferensi pers ke media di Mapolsek Bantar Gebang, Senin (10/10/2022).

Menurutnya lima pelaku mempunya peran sendiri-aendiri. AS yang menjadi penjual onderdir  yang berupa pretelan,  T sebagai penadah, sedangkan  T, J  dan AF sebagai kurir yang mengirim motor kepada AS.

Dijelaskan kasus ini berawal adanya laporan warga akan kehilangan sepeda motor CBR ke Polsek Bantargebang, Minggu (3/7/2022) pukul  sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Mustika Jaya, Mustika Jaya , Bantargebang, Kota Bekasi, " kata  Kapolsek Samsono.

Kemudian kata Samsono, Korban pada 5 Juli 2022 melihat adanya postingan facebook yang menjual sparepart berupa tangki bahan bakar punya Honda CBR.

"Korban mengenali tangki CBR yang diposting di facebook dengan Akun KAKA, kemudian menghubungi admin untuk melihat barang tersebut dengan alasan berminat untuk membelinya ," kata Samsono.

Selanjutnya, terjadilah komunikasi korban dengan akun facebook yang dikelola saudara F. Setelah ditelusuri, kemudian janjian pelapor dengan F yang menawarkan barang yang di pasarkan lewat facebook.

Setelah datang ke tempat toko yang ditemui bos dari saudara F yang bernama AS, pelapor mencoba menawar apa yang sudah ditawarkan di dalam gacebook, namun demikian di dalam tokonya rupanya tangki  yang ditawarkan sudah terjual oleh saudara AS.

"Ada barang-barang yang dilihat oleh pelapor itu tadi, Dia melihat sekeliling tokonya ada barang dari CBR berupa lampu depan dan tutup tangki, kebetulan pelapor ini mengenali dan mencoba tutup tangki yang dia coba dengan kunci yang dibawa korban dan pas dan lampu CBR juga punya korban dengan ciri-ciri dari jejak digital yang disimpan korban berupa foto-foto," beber Kapolsek.

Dari hasil transaksi itu, korban melaporkan ke polisi. Akhirnya berhasil mengamankan AS. Kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap T dengan cara  memancing untuk menjual kembali  ke saudara T. Sedangkan T sudah berhubungan bisnis dengan AS selama 1 tahun dan AS mendapatkan bagian bagian motor ini dari saudara T.

"Tersangka T ini sudah melakukan tindakan ini penjual itu hampir sekitar 50-an namun demikian yang dioperkan saudara AS sekitar 7 dan dia ditemani oleh teman-temannya pelaku  J, H dan AF untuk mengantarkan barang tersebut," kata Samsono.

"Sehingga kami amankan dari 4 tersangka karena mereka rencana menjual dengan cara menjual barang-barang yang bukan kepemilikannya dan tidak disertai dengan surat-surat yang lengkap," lanjut Samsono.

Yang lebih uniknya lagi, kata Samsono, saudara T ini  hanya menerima motor CBR tahunnya pun dibatasi jadi tahun 2016 di bawahnya tidak menerima pembelian dan hanya membeli 2016 sampai dengan 2021. Harganya bervariasi antara 6  juta  sampai dengan 9 juta  ini sudah dijadikan mata pencarian oleh saudara T.

"Mengenai tersangka yang betul - betul mencuri kendaraannya dari terlapor itu. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari tersangkanya yang melakukan atau mencurinya,"pungkasnya.

Kepada pelaku dikenakan pasal 480 KUHPidana karena membeli, menukar ataupun menggadaikan ataupun menerima barang curian ancaman hukumnya kami kenakan pasal 481 KUHPidana dengan ancaman adalah 7 tahun penjara. (Jae)